top of page
  • Shaheila Roeswan

Ilmu Administrasi Fiskal Universitas Indonesia: Mencetak SDM Unggul di Bidang Perpajakan Sejak 1981


Regulasi perpajakan dan metode dalam memenuhi kewajiban perpajakan selalu mengalami perubahan. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan situasi global yang cepat di bidang teknologi dan ekonomi seperti Big Data, Artificial Intelligence (AI), Blockchain, dan aplikasi-aplikasi di bidang keuangan termasuk pajak.


Perubahan-perubahan tersebut mengharuskan Sumber Daya Manusia (“SDM”) di bidang perpajakan untuk terus meningkatkan kompetensi agar tetap handal dan relevan dengan perubahan. Dalam hal ini, Universitas merupakan pihak yang penting dalam mencetak SDM di bidang perpajakan yang handal dan relevan dengan perubahan.


MIB berkesempatan untuk mewawancarai Dr. Inayati, M.Si, selaku Ketua Departemen Ilmu Administrasi Fiskal di Fakultas Ilmu Administrasi (“FIA”) Universitas Indonesia (“UI”). Dalam wawancara tersebut, Inayati menjelaskan bagaimana program studi Ilmu Administrasi Fiskal (“Fiskal UI”) mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi perubahan dunia perpajakan yang kian dinamis.


Kurikulum Perpajakan Komprehensif dan Multidisiplin


Pada tahun 1981, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (“FISIP”) UI membuka Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal (“Fiskal UI”) yang saat itu berada di bawah Departemen Ilmu Administrasi. Pembukaan program studi ini didasarkan pada permintaan pegawai Direktorat Jenderal Pajak untuk membuat program studi khusus perpajakan. Selain itu, Inayati juga menjelaskan nama ‘Fiskal’ merujuk pada kata ‘Fiskal’ di Belanda yang berarti pajak.


Fiskal UI merupakan program studi yang mengajarkan perpajakan pada level meso dan mikro dengan lingkup perpajakan yang luas meliputi pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak daerah, bea, cukai, sengketa pajak, kebijakan pajak, hingga pajak internasional. Dimana pada level meso, mahasiswa mempelajari perpajakan pada level kebijakan seperti siklus perumusan kebijakan, evaluasi kebijakan, serta analisis kebijakan perpajakan dan administrasi perpajakan yang baik. Sedangkan pada level mikro, mahasiswa mempelajari akuntansi keuangan, akuntansi biaya, akuntansi pajak, tax planning pada level perusahaan, dan juga hal-hal teknis seperti pengisian Surat Pemberitahuan (“SPT”).


Mulai tahun 2015, Departemen Ilmu Administrasi telah berdiri sendiri sebagai Fakultas Ilmu Administrasi (“FIA UI”) sehingga Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal kini juga menjadi Departemen Ilmu Administrasi Fiskal. Inayati juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan kurikulum program studi Fiskal UI antara saat masih berada di FISIP UI dan saat sudah berada di bawah FIA UI.


Saat ini, Fiskal UI memiliki keleluasaan dalam mengembangkan mata kuliah wajib Fiskal UI. Dalam merumuskan mata kuliah wajib Fiskal UI, pendekatannya menjadi lebih detail dan komprehensif serta semakin kental dengan perspektif teori administrasi serta kebijakan pajak. Dalam pengembangan keilmuan, Fiskal UI menggunakan pendekatan multi dan inter disiplin dengan menggunakan aspek sosial politik dan kebijakan publik dan kebijakan pajak dibalik perumusan kebijakan/regulasi perpajakan dalam mendesain kurikulum program studi. Terkait hal ini, Inayati menyatakan:


“ (...) Kami banyak sekali menyerap ilmu-ilmu sosial, yang menjadi konteks kemudian, karena kan kebijakan itu tidak berada di ruang hampa, kebijakan itu kan berada di dalam masyarakat. (...) Sehingga diharapkan perspektif keilmuan yang kami bawa menjadi lebih komprehensif, dan pendekatannya menjadi lebih multi disiplin.”

- Dr. Inayati, M.Si.


Inayati pun menambahkan jika dibandingkan dengan kurikulum program studi perpajakan dengan perspektif ekonomi dan hukum, Fiskal UI lebih fokus kepada perpajakan di level meso dan mikro ekonomi. Pada level meso, kurikulum Fiskal UI memiliki fokus pada pengembangan pendekatan kebijakan dan administrasi perpajakan, sementara pada level mikro juga dikembangkan pendekatan antara lain manajemen pajak, akuntansi pajak dan praktik regulasi perpajakan.


Kurikulum yang diikuti oleh Fiskal UI, selain berpedoman pada kurikulum Kampus Merdeka yang diimplementasikan secara nasional, juga memperhatikan kebutuhan dari para user dan stakeholder dalam menentukan dan mengembangkan mata kuliah yang diajarkan kepada para mahasiswa.


Fiskal UI juga mempersiapkan mahasiswanya dengan menjalin kerja sama dengan fakultas dan universitas lain, perusahaan, maupun instansi pemerintah. Kerja sama ini dijalin dalam rangka penerimaan lulusan dan juga peserta magang. Perusahan-perusahaan ini pun kemudian akan diminta masukannya oleh Fiskal UI untuk mengembangkan lagi kurikulum yang digunakan agar capaian pembelajaran lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan. Kegiatan magang dilakukan agar para mahasiswa juga dapat merasakan dan mendapatkan pengalaman di dunia pekerjaan bahkan sebelum lulus.


Tenaga Pengajar dan Metode Pembelajaran


Dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, Fiskal UI berkomitmen agar mahasiswa mendapatkan ilmu pengetahuan dari Tenaga Pengajar (“Dosen”) yang berkualitas. Hal ini ditunjukkan dengan syarat pendidikan yang harus ditempuh yakni paling rendah gelar magister serta sebagian dosen juga telah menempuh jenjang pendidikan doktor. Dosen Fiskal UI pun tidak hanya terdiri dari akademisi murni, tetapi juga berasal dari beragam profesi yakni konsultan pajak, kuasa hukum pajak, hakim pajak, pegawai pajak / bea cukai, otoritas pajak daerah, dan peneliti.


Dalam proses pembelajaran, dosen mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berhasil dalam pembelajaran, tetapi juga dari segi proses belajar. Para dosen sebagai fasilitator dalam kelas memastikan bahwa mahasiswa juga dinilai partisipasi dan diskusinya dalam kegiatan kelas, dan bahkan ada pula pemberian ujian dalam bentuk pembuatan paper dan jurnal untuk menguji kemampuan mahasiswa.


Fiskal UI turut mempersiapkan mahasiswanya dengan mendesain dan menyiapkan metode pembelajaran yang dapat membuat para mahasiswa memiliki kemampuan analisis yang baik, berdiskusi, menyampaikan pendapat, tingkat membaca, dan mempersiapkan mahasiswa secara mental untuk menghadapi dan beradaptasi pada perubahan. Tidak hanya itu, Fiskal UI juga bekerja sama dengan unit kemahasiswaan dalam memberikan support secara mental sebagai wadah bercerita bagi para mahasiswanya.


Profil Lulusan Fiskal UI & Prospek Karir Mahasiswa Fiskal UI


Lulusan Fiskal UI saat ini memiliki profesi yang beragam di bidang perpajakan mulai dari konsultan pajak, kuasa hukum perpajakan, bekerja pada otoritas pajak baik di pemerintah pusat maupun di pemerintah daerah, peneliti, hingga akademisi. Fiskal UI sendiri telah memiliki lulusan yang menjadi guru besar di bidang perpajakan, partner di kantor konsultan pajak ternama, dan berbagai posisi strategis lainnya dalam bidang perpajakan.


Inayati menjelaskan bahwa mahasiswa Fiskal UI dipersiapkan dengan pembekalan materi dan kurikulum yang mendorong lulusannya untuk dapat bekerja di berbagai level pekerjaan di bidang perpajakan. Mulai dari pekerjaan teknis hingga pekerjaan yang lebih strategis, seperti kebutuhan akan analisis regulasi dan sengketa perpajakan.


Beliau juga memaparkan bahwa lulusan dari Fiskal UI kerap kali bekerja di kantor konsultan pajak. Ada pula beberapa lulusan yang memilih untuk bekerja dalam lembaga riset, mendirikan kantor konsultan pajak sendiri, atau juga bekerja di pemerintahan. Mahasiswa dan fresh graduates Fiskal UI bahkan kerap memperoleh panggilan seleksi dan tawaran pekerjaan sebelum dinyatakan lulus atau wisuda.


Untuk prospek karir mahasiswa pada masa yang akan datang, Inayati memandang bahwa pilihan profesi terkait pajak akan semakin cair dan dinamis. Beliau mengamati bahwa perkembangan di dunia perpajakan juga mengalami perubahan, contohnya penggunaan teknologi informasi dalam bidang perpajakan seperti munculnya berbagai aplikasi perpajakan dan juga pemerintah yang akan menggunakan core tax administration system mulai tahun 2024.


Inayati juga berpendapat bahwa pesaing yang perlu diantisipasi adalah mahasiswa dan lulusan Fiskal UI bukanlah lulusan dari jurusan lain yang akan melakukan praktik di ranah perpajakan melainkan perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial yang merupakan salah satu kemajuan dan masa depan dari dunia kerja dan juga termasuk dalam diskursus future of work.


Lulusan Fiskal UI justru diharapkan untuk lebih menggunakan keunggulannya sebagai manusia dalam mengantisipasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi seperti menggunakan soft skill. Selain itu, lulusan Fiskal UI juga diharapkan menggunakan apa yang telah dipelajari dari universitas untuk menggabungkan passion dan keahliannya di bidang perpajakan.



Foto oleh Departemen Ilmu Administrasi Fiskal Universitas Indonesia, 2023.


Inayati berpesan untuk lulusan Fiskal UI untuk:

" (...) mampu mengembangkan dirinya menjadi manusia-manusia terbaik, yaitu manusia-manusia yang bermanfaat untuk negara, untuk bangsa, untuk negara, dan untuk sesama, karena itu adalah versi terbaik manusia."

Akhir kata, lulusan Fiskal UI diminta untuk terus mengembangkan dirinya dengan terus belajar agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang dinamis dan tetap menjaga attitude di manapun mereka berada.


 
Hubungi Kami

Marketing Communications at MIB

📧 communications@mib.group

📞 +62 819 1188 0099


MIB adalah grup profesional bersertifikat dan terdaftar di Indonesia, di mana setiap anggota memiliki keahlian yang unik. Setiap anggota bersifat independen, mematuhi standar kami, dan bertanggung jawab atas pekerjaan dan layanan yang diberikan kepada klien.


 

94 tampilan

Comments


bottom of page