top of page

Penerimaan Pajak Pada Bulan Januari 2023 Capai Rp162,23 T, Pemulihan Ekonomi Terus Berjalan

23 Februari 2023

| Penulis:

Shaheila Roeswan

Photo credit from The Ministry of Finance Republic of Indonesia YouTube Channel

Pada Konferensi Pers APBN Kita yang diadakan pada 22 Februari 2023, jumlah realisasi pajak yang telah terkumpul mencapai Rp162,23 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 48,6% jika dibandingkan dengan angka di tahun sebelumnya pada periode waktu yang sama.


Secara lebih rinci, penerimaan pajak yang setara dengan 9,44% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (“APBN”) di tahun 2023, berhasil mengumpulkan sebanyak Rp78,29 triliun untuk Pajak Penghasilan (“PPh”) Non-migas, dimana angka ini setara dengan 8,96% dari target yang ditentukan. Setelah itu, realisasi terbesar kedua dipegang oleh Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) dan Pajak Penjualan terhadap Barang Mewah (“PPnBM”) yang terkumpul sebesar Rp74,64 triliun atau setara dengan 10,04% dari total target.


Kemudian, ada PPh Migas yang terkumpul sebanyak Rp8,03 triliun atau sebanyak 13,07% dari target. Kemudian, realisasi pajak untuk Pajak Bumi dan Bangunan (“PBB”) dan Pajak Lainnya yakni sebesar Rp1,29 triliun atau telah memenuhi target sebesar 3,21%.


Khusus untuk realisasi PPh Migas, terjadi kontraksi terhadap pertumbuhannya sebesar 10,09% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena adanya penurunan harga komoditas. Sedangkan untuk jenis pajak lainnya, terjadi pertumbuhan positif, seperti PPN dan PPnBM yang mengalami pertumbuhan sebesar 93,86% serta PBB dan Pajak Lainnya yang tumbuh sebesar 118,72%.


Pada realisasi pajak hingga bulan Januari 2023, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, berpendapat bahwa efek pemulihan ekonomi masih tergambar dan juga penerimaan ini didukung oleh sejumlah kegiatan, seperti dampak dari Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”) dan juga meningkatnya aktivitas ekonomi di bulan Desember 2022.

bottom of page